Monday, September 25, 2017

Toys r us. English

How not to play the game:

Step 1 - Own all the toys
Step 2 - If you can’t, sue
Step 3 - Take your toys and go home
Step 4 - Go bankrupt

This week Toys R Us went bankrupt. It would be easy to see it as just another casualty of the decline of retail. But that would miss the true story…

Remember the story of Kodak inventing the digital camera and then doing nothing with it?

The story of Toys R Us is 10x worse. Because they had the chance to lead all online toy sales from the very beginning and were on the path to doing so, but they threw it all away.

It began in Christmas 1999, in the middle of the dotcom boom, when the Toys R Us website was so successful it was flooded with toy orders and couldn’t ship to all customers in time, leading to a $350,000 fine from the US Federal Trade Commission.

So they decided to get serious about their online sales.

Within two months, by February 2000 they had secured a $60 million investment from SoftBank to grow online, and a few months after that announced a deal to be Amazon’s exclusive toy supplier.

Within the first year, the partnership with Amazon led to ToysRUs being the world’s top toy site.

So far so good! What happened next?

The world turned from competition to collaboration.

Soon after they announced their partnership, Jeff Bezos launched Amazon Marketplace, which allowed anyone to sell anything on their site. To the winner-takes-all mentality of companies like Toys R Us, this was a shocking strategy.

Other retailers began selling toys not available in Toys R Us, giving customers greater choice. Toys R Us CEO, John Eyler, flew out to meet Jeff for an emergency meeting to force him to stop them.

Jeff said “someone ought to be able to find everything” on Amazon - and that by giving more choice to the customer, everyone wins. He pointed to the ongoing increase in Toys R Us sales as a result, and said they hadn’t broken their exclusive as none of these new toys were available on Toys R Us anyway.

Jeff added, if they wanted more control, why not increase their product range? Amazon would then happily make them the exclusive seller on all of the new products they offered as well.

Instead, Toys R Us sued Amazon for beach of contract. John testified “We are at a point in the relationship with Amazon where we have no trust whatsoever in dealing with this organization.”

He got a restraining order to try and prevent Amazon selling any other toys on their site. Amazon countersued for “chronic failure” to carry stock of the toys customers wanted.

The court case dragged on for five years and eventually Amazon settled with a $51 million payment to get out of the fight.

Toys R Us took their toys and went home, trying to compete with Amazon (and the rest of the Internet) with their own exclusive site, and raising $6.6 billion in a buy-out the year after the court case began, in 2005.

How did that go?

Amazon sales went from $2.78 billion when the Toys R Us deal was first struck, to $8.49 billion when Toys R Us sued, to $136 billion last year, making it the fastest company in history ever to reach $100 billion in sales.

Toys R Us flat lined on $11 billion in sales in 2016 - the same level of sales they had ten years earlier.

Saddled with $5 billion in debt, this week Toys R Us filed for bankruptcy.

What set the two companies apart? It wasn’t that one was online and one was offline. It was that one was willing to change, and one wasn’t.

Jeff Bezos says: “We’ve had three big ideas at Amazon that we’ve stuck with for 18 years, and they’re the reason we’re successful: Put the customer first. Invent. And be patient.”

Imagine if Toys R Us had embraced the same “customer first” philosophy as Amazon?

Imagine if instead of suing, they had listened, experimented, and worked together with Amazon?

We are living in a world where the rules have changed. Where it isn't Amazon or Toys R Us that wins. It's where the customer wins.

Throwing the toys out of the pram isn’t the best solution.

As Jeff Bezos says:

“What we need to do is always lean into the future; when the world changes around you and when it changes against you - what used to be a tail wind is now a head wind - you have to lean into that and figure out what to do because complaining isn't a strategy.”

Toys r us

Belajar Dari Kesalahan Toko Mainan Terbesar Di Dunia TOYS 'R' US Yang Tutup Dilibas Amazon !

Bagaimana untuk tidak ikut bermain dalam permainan?

Langkah pertama : Kuasai semua mainan
Langkah kedua : jika tidak bisa, gugat.
Langkah ketiga : Bawa mainan Anda dan pulang rumah
Langkah keempat : Bangkrut

Minggu ini Toy R US bangkrut. Jika Anda hanya melihat itu adalah fenomena yang biasa yakni grafik toko retail yang semakin menurun, maka Anda akan kehilangan sebuah kisah nyata di baliknya.

Masih ingat kisak Kodak yang menemukan kamera digital tapi tidak melakukan apa-apa dengan penemuannya tersebut?

Kisah Toys R Us 10x lebih buruk. Karena mereka memiliki kesempatan untuk memimpin semua penjualan mainan online sejak awal dan terus melakukannya, namun mereka mengakhiri semuanya.

Ini dimulai pada Natal 1999, di tengah kejayaan dotcom, ketika situs Toys R Us sangat sukses, dibanjiri pesanan mainan dan bahkan tidak dapat mengirimkan pesanan ke semua pelanggan pada waktunya, yang akhirnya menyebabkan denda sebesar $ 350.000 dari Komisi Perdagangan Federal AS.

Jadi mereka memutuskan untuk serius dengan penjualan online mereka.

Dalam dua bulan, pada bulan Februari 2000 mereka telah mendapatkan investasi $ 60 juta dari SoftBank untuk tumbuh secara online, dan beberapa bulan setelah itu mengumumkan kesepakatan untuk menjadi pemasok mainan eksklusif Amazon.

Dalam tahun pertama, kemitraan dengan Amazon menyebabkan ToysRUs menjadi tempat mainan terbesar di dunia.

So far so good. Apa yang terjadi selanjutnya?

Dunia beralih dari persaingan menjadi kolaborasi.

Segera setelah mereka mengumumkan kemitraan mereka, Jeff Bezos meluncurkan Amazon Marketplace, yang memungkinkan siapa pun menjual sesuatu di situs mereka.

Bagi perusahaan yang memiliki mental “pemenang mengambil semuanya” seperti ToysRUs, ini adalah strategi yang mengejutkan.

Pengecer lain mulai menjual mainan yang tidak tersedia di Toys R Us, memberi pilihan lebih banyak kepada pelanggan.

CEO Toys R Us, John Eyler, terbang menemui Jeff untuk mengadakan pertemuan darurat untuk memaksanya menghentikan para pengecer tersebut.

Jeff mengatakan "seseorang harus bisa menemukan segalanya" di Amazon - dan dengan memberi lebih banyak pilihan kepada pelanggan, semua orang akan menang.

Dia menunjuk pada peningkatan penjualan Toys R Us yang terus berlanjut sebagai hasilnya, dan mengatakan bahwa mereka tidak mematahkan ekslusivitasnya karena tidak ada mainan baru yang tersedia di Toys R Us.

Jeff menambahkan, jika mereka menginginkan kontrol lebih, mengapa tidak meningkatkan jangkauan produk mereka? Amazon kemudian akan dengan senang hati menjadikan mereka penjual eksklusif untuk semua produk baru yang mereka tawarkan juga.

Alih-alih mengikuti saran Jeff, Toys R Us malah menggugat Amazon dengan alasan Amazon melanggar kontrak. John bersaksi "Kami berada pada titik dalam hubungan dengan Amazon dimana kita tidak mempercayai apapun dalam berurusan dengan organisasi ini."

Dia mendapat perintah penahanan untuk mencoba dan mencegah Amazon menjual mainan lainnya di situs mereka.

Kasus pengadilan berlangsung selama lima tahun dan akhirnya Amazon menyelesaikan pembayaran sebesar $ 51 juta untuk keluar dari pertarungan.

Toys R Us mengambil mainan mereka dan pulang ke rumah, mencoba bersaing dengan Amazon (dan seluruh Internet) dengan situs eksklusif mereka sendiri, dan mengumpulkan $ 6,6 miliar dari pembelian seluruh saham setahun setelah kasus pengadilan dimulai, pada tahun 2005.

Bagaimana setelahnya?

Penjualan Amazon naik dari $ 2,78 miliar saat kesepakatan dengan Toys R Us pertama kali , menjadi $ 8,49 miliar saat Toys R Us menggugat, menjadi $ 136 miliar tahun lalu, menjadikannya perusahaan tercepat dalam sejarah yang mencapai penjualan $ 100 miliar.

Toys R Us berjajar pada penjualan $ 11 miliar pada tahun 2016 - tingkat penjualan yang sama dengan mereka sepuluh tahun sebelumnya.

Dibebani dengan utang $ 5 miliar, pekan ini Toys R Us mengajukan kebangkrutan.

Apa yang membedakan kedua perusahaan itu? Bukan karena yang satu sedang online dan yang satu sedang offline. Itu adalah bahwa seseorang bersedia untuk berubah, dan satunya tidak.

Jeff Bezos mengatakan: "Kami memiliki tiga gagasan besar di Amazon yang telah kami tempuh selama 18 tahun, dan itulah alasan kami berhasil: Memprioritaskan pelanggan. Menciptakan. Dan bersabarlah. “

Bayangkan jika Toys R Us telah menganut filosofi “Memprioritaskan Pelanggan" yang sama seperti Amazon?

Bayangkan jika alih-alih menuntut, mereka saat itu memutuskan untuk mendengarkan, bereksperimen, dan bekerja sama dengan Amazon?

Kita hidup di dunia di mana peraturan telah berubah. Dimana bukan Amazon atau Toys R Us yang menang tapi pelanggan yang menang.

Melemparkan mainan dari kereta bayi (baca: ngambek) bukanlah solusi terbaik.

Seperti Jeff Bezos juga mengatakan:
"Yang perlu kita lakukan selalu bersandar ke masa depan; Ketika dunia berubah di sekitar Anda dan ketika perubahannya melawan Anda - yang dulu adalah angin buritan sekarang menjadi angin sakal - Anda harus bersandar ke sana dan mencari tahu apa yang harus dilakukan karena mengeluh bukanlah strategi. “

Terjemahan bebas : Alona
Sumber : Roger James Hamilton

Share Ya !

Sunday, September 24, 2017

Pki. Sukitman

menusearchINTISARINEWSUNIQUEINSPIRATIONWELLNESSFINANCECAREERTECHNOTRAVELLINGFind Us On Social Media : 

HOMEUNIQUE

    

Seputar G30S/PKI: Kisah Sukitman, Agen Polisi yang Lolos dari Lubang Buaya

Rabu, 20 September 2017 16:00 WIB


Seputar G30S/PKI: Kisah Sukitman, yang Lolos dari Lubang Buaya (1)

Intisari-Online.com – Peristiwa kekejaman G30S/PKI meninggalkan coretan hitam dalam sejarah bangsa Indonesia.

Seorang saksi sejarah peristiwa itu mengungkapkan pengalamannya kepada wartawan Intisari LR Supriyapto Yahya dan Anglingsari Saptono, ketika ia hampir ikut menjadi korban.

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi September 1992, dengan judul asli Yang Lolos dari Lubang Buaya.

--

 

Malam baru saja lewat, sementara  matahari pagi pun belum terjaga dari peraduannya, karena waktu itu memang baru pukul 03.00.

Tanggal terakhir pada bulan September baru berganti dengan tanggal 1 Oktober 1965. Jakarta dan penduduknya masih terhanyut dalam sepenggal mimpinya.

Namun, Sukitman (49) yang waktu itu berpangkat Agen Polisi Dua tidak ikut terhanyut dalam buaian mimpi.

la harus menjalankan tugasnya di Seksi Vm Kebayoran Baru (sekarang Kores 704) yang berlokasi di Wisma AURI di Jl. Iskandarsyah, Jakarta, bersama Sutarso yang berpangkat sama.

 

“Angkat tangan”

"Waktu itu polisi naik sepeda. Sedangkan untuk melakukan patroli, kadang-kadang kami cukup dengan berjalan kaki saja, karena radius yang harus dikuasai adalah sekitar 200 m,” katanya mengengang masa awal tugasnya.

Tiba-tiba ia dikejutkan oleh bunyi rentetan tembakan, yang rasanya tidak jauh dari posnya.

Karena tembakan itu berasal dari bawah dan dekat situ ada Gedung MABAK yang tinggi, suara tembakan itu memantul.

Rasa tanggung jawab membuat Sukitman bergegas mengendarai sepedanya dengan cara melawan arah mencari sumber tembakan itu.

Sementara rekannya tetap melakukan tugas jaga. Dalam benak pemuda yang terlintas mungkin terjadi perampokan.

Ternyata suara itu berasal dari rumah Jenderal D.I. Panjaitan yang terletak di Jln. Sultan Hasanudin. Di situ sudah banyak pasukan bergerombol.

Belum sempat tahu apa yang terjadi di situ, tiba-tiba ia dikejutkan oleh teriakan tentara berseragam loreng dan berbaret merah yang berusaha mencegatnya.

"Turun! Lempar senjata dan angkat tangan!"

Sukitman, yang waktu itu baru berusia 22 tahun, kaget dan lemas. la segera melakukan apa yang diperintahkan tanpa bisa menolak.

Di bawah ancaman senjata di kiri-kanan, Sukitman kemudian diseret dan dilemparkan ke dalam truk dalam keadaan tangan terikat dan mata tertutup.

"Tapi saya tetap masih belum bisa menduga apa yang terjadi," katanya mengenang peristiwa menakutkan itu.

Menurut perasaannya, dalam truk itu Sukitman ditempatkan di samping sopir.

Dengan mengandalkan daya ingatannya, Sukitman berusaha mencari tahu ke mana ia akan dibawa.

Begitu dari Cawang belok ke kanan, Sukitman mulai kehilangan orientasi. Berbagai perasaan berkecamuk di dadanya.

"Pokoknya, saya pasrah kepada Tuhan sambil berdoa," katanya.

 

Saksi pembantaian

Entah di mana, akhirnya kendaraan yang membawa Sukitman berhenti. Ia segera diturunkan dan tutup matanya dibuka.

"Tentu saja saya jalangjang-jalongjong, karena dari keadaan gelap saya langsung dihadapkan kepada terang."

Pada waktu itulah ia mendengar orang bicara, "Yani wis dipateni."

Tak lama kemudian seorang tentara yang menghampiri Sukitman dan tahu bahwa sanderanya itu seorang polisi, segera menyeret Sukitman ke dalam tenda.

Tentara tersebut segera melapor kepada atasannya, "Pengawal Jenderal Panjaitan ditawan."

Meskipun waktu itu masih remang-remang, di dalam tenda Sukitman sempat mengamati keadaan sekelilingnya.

Ia melihat orang yang telentang mandi darah, ada juga yang duduk di kursi sambil bersimbah darah segar.

Seseorang memerintahkan si tentara tadi, yang kemudian diketahui namanya Lettu Dul Arief, agar Sukitman ditawan di depan rumah.

Begitu hari terang, dari jarak sekitar 10 m Sukitman bisa melihat dengan jelas sekelompok orang mengerumuni sebuah sumur sambil berteriak, "Ganyang kabir, ganyang kabir!"

Ke dalam sumur itu dimasukkan tubuh manusia - entah dari mana – yang langsung disusul oleh berondongan peluru.

Sukitman sempat melihat seorang tawanan dalam keadaan masih hidup dengan pangkat bintang dua di pundaknya, mampir sejenak di tempatnya ditawan.

"Setelah tutup matanya dibuka dan ikatannya dibebaskan, di bawah todongan senjata, sandera itu dipaksa untuk menandatangani sesuatu. Tapi kelihatannya ia menolak dan memberontak. Orang itu diikat kembali, matanya ditutup lagi, dan diseret dan langsung dilemparkan ke dalam sumur yang dikelilingi manusia haus darah itu dalam posisi kepala di bawah," kenangnya.

Dengan perasaan tak keruan, Sukitman menyaksikan kekejaman demi kekejaman berlangsung di depan matanya, sampai ketika orang-orang buas itu mengangkuti sampah untuk menutupi sumur tempat memendam para korbannya.

Dengan cara itu diharapkan perbuatan kejam mereka sulit dilacak. Di atas sumur itu kemudian ditancapkan pohon pisang.

"Setiap habis memberondongkan pelurunya, jika akan membersihkan senjatanya, para pembunuh yang menamakan  dirinya sukarelawan dan sukarelawati itu pasti melewati tempat saya ditawan," tambahnya.

Dengan demikian Sukitman bisa melihat dengan jelas siapa-siapa saja yang terlibat peristiwa yang meminta korban nyawa 7 Pahlawan Revolusi.

Ia pun sempat melihat Letkol Untung, yang mengepalai kejadiah kelam dalam sejarah militer di Indonesia itu.

 

Untung tertidur

Kemudian salah seorang anggota Cakrabirawa menghampiri Sukitman yang masih diliputi rasa takut.

"Kamu tidak usah takut. Kita sama-sama prajurit. Beli kaus singlet pun kita sudah tidak bisa. Sementara para jenderal yang menamakan diri Dewan Jenderal, jam dinding di rumahnya saja terbuat dari emas dan mereka akan membunuh Presiden pada tanggal 5 Oktober. Kamu 'kan tahu Cakrabirawa tugasnya adalah sebagai pengawal dan penjaga Presiden," kata Sukitman mengulangi apa yang diucapkan si anggota Cakra tersebut.

Waktu itulah Sukitman baru merasa agak tenang, meskipun ia masih tetap diawasi.

Ternyata anggota Cakra itu sudah di-drill, karena langsung berada di bawah komando Letkol Untung.

Sekitar satu dua jam kemudian melalui radio disiarkan, siapa yang mendukung G30S itu akan dinaikkan pangkatnya.

Satu tingkat untuk prajurit, sementara yang aktif akan memperoleh kenaikan dua tingkat.

Mendengar pengumuman itu semua yang merasa terlibat bersalam-salaman, karena merasa gerakan mereka sukses.

Setelah suasana agak tenang, Sukitman dipanggil oleh Lettu Dul Arief yang menanyakan di mana senjata Sukitman.

Sukitman menjelaskan apa yang terjadi ketika ia berada di daerah Kebayoran. Akhirnya senjata itu bisa ditemukan, walaupun dalam keadaan patah.

Mengira Sukitman bukan musuh, bahkan teman senasib, Jumat sore itu Sukitman diajak menuju Halim bersama iring-iringan pasukan.

Sesampai di Gedung Penas (daerah Bypass, sekarang Jl. Jend. A. Yani) pasukan itu diturunkan di lapangan, sementara Sukitman masih bersama Dul Arief.

Pada malam harinya, entah mengapa, orang yang mengawasi tawanannya malah mengajak Sukitman untuk mengambil nasi.

"Ke mana?" tanya Sukitman.

"Ke Lubang Buaya, tempat para jenderal dibunuh," jawab Kopral Iskak, orang yang mengajaknya tersebut.

"Pada waktu itulah saya baru tahu bahwa yang dikatakan 'Ganyang kabir, ganyang kabir!' itu para jenderal," ungkap Sukitman.

Jalan yang diambil melewati Cililitan, Kramat Jati, Pasar Hek bukan sesuatu yang asing bagi Sukitman, karena dulu ia pernah mengikuti latihan di daerah itu.

Keadaan masyarakat masih tenang, karena belum menyadari apa yang terjadi. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Manusia-manusia haus darah itu masih diliputi suasana "kemenangan".

Selesai mengambil nasi mereka segera kembali ke Gedung Penas untuk membagikannya kepada para pasukan.

"Ketika kembali menuju Gedung Penas itu saya sempat turun untuk membeli rokok. Saya pikir mendingan saya terus pulang saja," kata Sukitman.

"Jangan," kata Kopral Iskak yang menjadi sopir. "Saya juga pulangnya ke Tanah Abang." Ternyata Iskak adalah sopir Letkol Untung, yang mengotaki pemberontakan berdarah ini.

Karena kelelahan, akhirnya Sukitman tertidur. Hari Sabtu pagi Sukitman mulai pasang mata lagi.

Hari itu semakin siang, anggota pasukan semakin banyak dan mereka sudah berganti pakaian.

"Rupanya mereka sudah mempersiapkan segalanya," komentar ayah tiga anak ini.

Dalam suasana yang kurang menguntungkan itu Sukitman masih sempat jajan untuk mengganjal perutnya. "Tapi kesempatan untuk melarikan diri sama sekali tidak mungkin."

Kira-kira pukul 14.00, karena merasa kepalanya pusing, Sukitman masuk ke kolong truk untuk berbaring.

la menggunakan helmnya untuk ganjal kepala, senjatanya yang patah pun ia simpan di dekatnya, sementara kepalanya yang pusing diikatnya dengan scarf yang sebelumnya digunakan oleh para pemberontak itu.

Rupanya Sukitman benar-benar jatuh tertidur. "Meskipun saya mendengar bunyi tembakan gencar, entah mengapa mata saya tidak mau diajak kompromi untuk melek," katanya.

Ketika terbangun sore harinya, sekitar pukul 16.00, ia mendapati dirinya hanya sendirian di situ.

Sementara anggota pasukan yang demikian banyak siang itu, tak satu pun kelihatan batang hidungnya, sedangkan truk masih berjejer.

Sukitman menganggap hal itu suatu keberuntungan dan juga lindungan Tuhan.

 

 

Menghadap Mayjen Soeharto

Tiba-tiba datanglah pasukan tentara yang kemudian diketahui sedang mencari jejak anggota yang terlibat G30S/PKI. Pasukan itu mengenakan tanda pita putih.

"Prinsip saya, kalau pakai pita putih itu PMI. Jadi tidak mungkin menangkap tawanan dan dibunuh."

Karena tidak ada siapa-siapa lagi selain dirinya, Sukitman pun diperiksa.

Begitu pasukan itu tahu bahwa yang diperiksa seorang polisi, mereka pun kaget.

"Tanpa banyak tanya saya segera diberi pita putih dan langsung dibawa ke markas Cakrabirawa yang terletak di belakang Istana Negara, yang sekarang menjadi Gedung Binagraha."

Saat itulah ia menjelaskan segamblang-gamblangnya apa yang dialaminya dan kemudian dibuatkan proses verbal.

Hal itu baru selesai pukul 03.00. Setelah selesai, segeralah hal itu disebarkan ke berbagai pihak yang dianggap perlu mengetahuinya.

Minggu pagi Sukitman dijemput dan segera dihadapkan kepada Pangdam V Jaya yang waktu itu dijabat oleh Mayjen Umar Wirahadikusumah.

Kemudian Sukitman dibawa oleh Mayor Mubardi, ajudan Jenderal A. Yani, ke Jl. Lembang, Jl. Saharjo, dan ke Cijantung.

Di sana Sukitman menghadap Kolonel Sarwo Edhie Wibowo. Sementara laporan Sukitman pun sudah ada di sana.

Bersama pasukan RPKAD Sukitman segera menuju ke lokasi pembantaian.

"Dari Pasar Hek kami harus jalan kaki dan langsung menyebar," kenangnya.

Di lokasi pasukan pemberontak masih banyak berkeliaran. Mereka segera diberi ultimatum, jika tidak menyerah akan segera dihancurkan.

Akhirnya RPKAD dapat menguasai keadaan dan bisa menemukan sumur yang digunakan untuk menyembunyikan jenazah para Pahlawan Revolusi itu.

Sejak hari Minggu, pukul 22.00, Sukitman sudah diambil lagi dan berada di bawah pengawasan Sarwo Edhie.

Sukitman dilarang untuk berbicara apa pun kepada orang lain.

"Karena kelelahan saya tertidur dan tidak tahu dibawa ke mana. Tahu-tahu saya sudah sampai di Jl. Merdeka Timur, melapor, dan menghadap Panglima Kostrad Mayjen Soeharto. Kemudian saya dibawa kembali ke Cijantung," kenang Sukitman.

Hari Senin jenazah para Pahlawan Revolusi berhasil diangkat dari sumur dan segera dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (kini RS Gatot Subroto).

Ternyata tugas Sukitman masih belum selesai sampai di situ, ia dijemput lagi oleh pasukan dari Kodam.

Namun, atas perintah Pangdam V Jaya ia diambil lagi dari Cijantung.

Kemudian ia masih harus dibawa ke Kodam, Jl. Guntur, untuk diperiksa, setelah itu ke markas Cakra.

Baru pada hari Rabu Sukitman dikembalikan.

Tentu saja rekan Sukitman serasa mimpi melihat temannya kembali tanpa kurang suatu apa pun, meskipun sepedanya penuh darah.

Sejarah kadang memang sulit diduga. Sukitman yang sedang menjalankan tugasnya ternyata terseret ke dalam peristiwa besar di republik ini.

Maka jadilah ia seorang saksi sejarah.

Tentu saja Sukitman menerima penghargaan berupa kenaikan pangkat menjadi Agen Polisi Satu.

Bintang Satria Tamtama diperolehnya bertepatan dengan Hari Kepolisian, 1 Juli 1966, dan Bintang Satya Penegak diberikan oleh Presiden Soeharto, tepat pada Hari ABRI, 5 Oktober 1966.

Setiap peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober, di Lubang Buaya, Sukitman merupakan salah satu undangan yang tak terlupakan.

Hal ini sangat membanggakan hatinya, karena ia merasa dihargai oleh pemerintah.

Sukitman, yang kini berpangkat kapten, tidak pernah menganggap dirinya sangat berjasa.

Ia lebih mensyukuri rahmat Tuhan yang dilimpahkan pada dirinya, karena bisa terhindar dari renggutan maut 27 tahun yang lalu.

Reporter : K. Tatik Wardayati 
Editor : Ade Sulaeman

TAGs :

#g30s#g30s/pki#lubang buaya#sukitman#pki

KOMENTAR

BACA JUGA

Kesaksian Nugroho Notosusanto, Penulis Film G30S/PKI yang ‘Menyaksikan’ Penembakan di Rumah Jenderal Yani

Berani Berontak dan Maki-maki Belanda, Jenderal Achmad Yani Kecil Pernah Ditempeleng Serdadu Belanda Sampai Jatuh

Suasana di Penjara Madiun yang Dipenuhi para Tahanan Politik ‘Korban Orde Lama’ Ketika Terjadi G30S

Pierre Tendean di Mata Keluarga: Pierre Adikku, Pierre Kakakku. Seandainya Pierre Masih Hidup

LATEST STORIES

INSPIRATION

Inilah Kisah Pierluigi Collina, Wasit Sepakbola yang ‘Galak’ dan...

8 jam yang lalu

INTISARI NEWS

Jika Terbukti Terlibat dalam Pengedaran Narkotika, Presiden Filipina...

9 jam yang lalu

INTISARI NEWS

Pendiri Situs Nikahsirri.com Ternyata Dulu Pernah Jadi Peneliti Lapan

9 jam yang lalu

WELLNESS

Perhatikan 7 Kesalahan Memakai Celana Dalam yang Bisa Menyebabkan...

9 jam yang lalu

WELLNESS

Untuk Para Wanita, Ini 10 Trik Menjaga Kebersihan Miss V agar Tetap...

10 jam yang lalu

CAREER

Bagi yang Sudah Tidak Betah di Kantor Lama, Inilah Waktu Paling Pas...

10 jam yang lalu

MOST READ

WELLNESS

Wah, Ternyata Kita Bisa kok Menebak Kepribadian Wanita dari Warna...

12 jam yang lalu

INSPIRATION

Inilah Rahasianya Kenapa Guyonan Cak Lontong Dianggap Lucu Lagi...

12 jam yang lalu

UNIQUE

Kesehatan Bung Karno Makin Merosot Pasca-Gestapu, Rakyat Jawa Timur...

14 jam yang lalu

INSPIRATION

Inilah Kisah Pierluigi Collina, Wasit Sepakbola yang ‘Galak’ dan...

8 jam yang lalu

Untuk Para Wanita, Ini 10 Trik Menjaga Kebersihan Miss V agar Tetap...

WELLNESS

Perhatikan 7 Kesalahan Memakai Celana Dalam yang Bisa Menyebabkan...

9 jam yang lalu

INTISARI NEWS

Akhirnya, Polisi Berhasil Menangkap Pendiri dan Pemilik Situs Nikah...

14 jam yang lalu

TECHNO

Setelah Menghabiskan 7 Tahun Menghitung Populasi Hiu Putih, Peneliti...

11 jam yang lalu

INTISARI NEWS

Pendiri Situs Nikahsirri.com Ternyata Dulu Pernah Jadi Peneliti Lapan

9 jam yang lalu

MUST READ

WELLNESS

Inilah yang Terjadi pada Penis saat Anda Menderita Disfungsi Ereksi?

2 minggu yang lalu

UNIQUE

Soal Genosida di Rohingya, Ternyata Indonesia Masuk Daftar 20 Aksi...

3 minggu yang lalu

INTISARI NEWS

Sumbang Emas di SEA Games 2017, Atlet Ini Malah ‘Dongkol’ dengan...

3 minggu yang lalu

UNIQUE

10 Alasan Orangtua Pasti Sangat Ingin Sekolahkan Anaknya di Finlandia...

1 bulan yang lalu

Benarkah Indonesia Dijajah Belanda Selama 350 Tahun? Fakta Ini...

INTISARI NEWS

Fahri Minta KPK Setop Kasus e-KTP karena Johannes Marliem Meninggal,...

1 bulan yang lalu

INTISARI NEWS

(Video) Arogan! Sudah Tak Pakai Helm dan Spion, Anggota TNI Ini Juga...

2 bulan yang lalu

WELLNESS

Benarkah Ibu yang Lahirkan Anak Secara Caesar Bukan Ibu yang Sempurna...

2 bulan yang lalu

WELLNESS

Satu Bulan Sebelum Serangan Jantung, Tubuh Memberikan 6 Tanda Ini

2 bulan yang lalu

Grid.ID Network

Grid.ID | Angkasa | Autobild | Cewekbanget.id | Digital Camera | Fotokita | Hai | iDEA | Info Komputer | JIP |Kidnesia | Motorplus | National Geographic Indonesia |Otomotifnet | SajianSedap | Nakita.id | Nova.id | GRID Story Factory

About Us | Privacy | Editorial | Advertise | Contact Us

Hak Cipta © Intisari 2017

Saturday, September 23, 2017

Tidak bisa melarang

Tidak ada yang bisa melarang orang lain untuk jualan yang lebih murah. 
...

Friday, September 22, 2017

Arab saudi. Babo

ARAB SAUDI HARUS BERUBAH.
( Ekonomi dan Politik).

Secara ekonomi Saudi sekarang dalam posisi sulit, atau tepatnya krisis. Dengan harga minyak di bawah USD 100 per barrel tidak akan mencukupi untuk menanggun biaya sosial negara yang mencapai USD 92 per barrel. Tahun 2015 nilai ekspor tersungkur sebesar 34% dari tahun sebelumnya. GDP dari USD 753 miliar di tahun 2014 , pada 2016 terjun di bawah USD 700. Jatuhnya sangat drastis. Pada waktu bersamaan hutang nasional digali semakin dalam. Bila tahun 2010 hutang nasional sebesar USD 44, 5 miliar , tahun 2016 sudah mencapai USD 90 miliar, dan di perkirakan tahun 2017 akan tembus USD 100 miliar. Para analis memperkirakan tahun 2020 hutang Saudi akan mencapai USD 255 miliar, lebih besar dari Indonesia yang berpenduduk 10 kali dari Arab. Namun upaya menggali hutang sudah semakin sulit karena investor tidak melihat masa depan cerah pada ekonomi Saudi. Menjadi pasien IMF hanya masalah waktu saja.

Reformasi ekonomi
Apakah mungkin Arab Saudi melakukan reformasi Ekonomi ? Tidak mudah. itu membutuhkan syarat utama yaitu reformasi politik. Kalau Saudi menginginkan ekonomi terbuka maka harus mau menerapkan politik terbuka. Jadi harus ada reformasi dibidang politik. Masalahnya apakah ulama Saudi dari golongan wahabi konservative mau menerima politik liberal ? Mereka pasti akan mengeluarkan fatwa menolak reformasi politik itu. Mental bangsa Arab ini sulit dipahami oleh kita yang terbiasa menyelesaikan masalah dengan kreatifitas.  Apalagi bagi kita yang terbiasa menghadapi tantangan dengan keterbatasan sumber daya. Itu semakin sulit kita pahami. Kekayaan SDA berupa minya membuat mereka menjadi generasi lemah. Padahal kehidupan era sekarang penuh dengan kompetisi karena sumber daya semakin terbatas dan penduduk dunia terus bertambah.

Reformasi Birokrasi.
Mungkinkah Kerajaan punya keberanian melakukan reformasi Birokrasi ? Itu sulit. Karena semua jabatan penting di kerajaan Arab itu di pegang oleh keluarga kerajaan. Jabatan itu terdistribusi dengan efektif kepada bukan hanya keluarga dekat Raja tapi juga para keluarga dari suku suku arab sehingga terjadi unifikasi Kerajaan Arab Modern.  Jadi konsep nasionalisme Arab bukanlah seperti teori yang kita ketahui pada umumnya tapi ini hanya cara cerdas Inggeris membagi kekuasan kepada para keluarga dari suku yang inginkan berdirinya kerajaan. ya semacam bagi bagi konsesi. Soal rakyat ? itu tidak di pikirkan sebagai konsep keadilan sebuah negara republik. Kalau kerajaan memberikan jaminan sosial kepada rakyat , itu bukan dianggap suatu liabilities yang harus di tentukan secara transfarance tapi hanya dianggap sebagai donasi kerajaan kepada Rakyat.

Kalau kerajaan Arab berani melakukannya maka itu sama saja memangkas konsesi kekuasaan yang seharusnya sudah menjadi hak dari anggota keluarga. Tentu saja mereka akan marah. Ini akan mendorong konplik internal di kalangan elite keluarga. Sangat berbahaya. Karena bisa menjalar kepada keluarga suku suku lainnya yang menjadi gubernur di daerah. Bukan tidak mungkin anggota keluarga dari suku suku lainnya akan menuntut otonomi daerah secara luas seperti sebelum mereka bergabung dengan kerajaan.”

Reformasi Anggran.
Sementara elite Kerajaan tidak berani melakukan reformasi anggaran untuk mengurangi defisit. Mereka takut rakyat akan marah apabila subsidi di hapus.  Mereka takut bila PNS di kurangi. Mereka takut apabila biaya perang melawan  kekuatan syiah dikurangi. Semua itu karena elite kerajaan tidak bisa lepas dari pengaruh ulama yang punya mindset bahwa dunia tidak penting, yang penting akhirat.  Sekali Ulama bersikap maka legitimasi Raja akan di pertanyakan oleh para suku suku lain yang juga inginkan tahta kerajaan.

Para keluarga dari suku suku lain akan mengajak kelompok Syiah dan sempalan sunni lain untuk melakukan aksi protes kepada kerajaan. Ini akan memicu pertingkaian di kalangan elite dan terus meluas kepada kelompok menengah yang tentu akan ambil bagian dalam konplik dengan menarik islam radikal seperti ISIS atau IS dan al Qaeda. Kalau sudah begini akan menyeret proxy dari Iran dan AS, Rusia untuk juga masuk dalam wilayah konplik. Sehingga konplik akan cepat sekali meluas menjadi perang saudara. Semua masuk dengan kepentingan berbeda. Di samping itu, negara yang bependuduk islam mayoritas akan berusaha ambil bagian juga untuk menyelamatkan dua kota suci jatuh ketangan islam radikal sepeti ISIS atau Al Qaeda.

Raja bisa saja menggunakan kekuatan tarakhirnya dengan memanfaatkan Arab Saudi National Guard (SANG) yang loyal kepada raja untuk menegakan keamanan dan ketertipan. Namun itu tidak akan efektif. Karena  Arab Saudi National Guard (SANG) reputasinya semakin memburuk sejak keterlibatan peran di Yaman, dan menurut informasi beberapa Perwira SANG ada yang punya hubungan emosional dengan anggota keluarga kerjaan dari suku lain. Ini memungkinkan kapan saja bila keadaan tak terkendali dan kepercayaan kepada keluarga Al Saud melemah, para perwira itu akan mengarahkan prajuritnya menduduki istana raja.

Pesan moral...
Wahai Raja Salman, penjaga Baitullah, sudahilah berpikir bahwa hanya uang yang bisa menyelesaikan masalah. Persoalan Saudi bukanlah uang tapi keadilan ekonomi. Bukan hanya kepada rakyat Saudi tapi juga kepara umat islam di dunia. Jadikan krisis ini sebagai pesan cinta dari Allah untuk perbaiki niat karena Allah. Masa lalu sudah cukup sampai di moment kirisis ini saja. Selanjutnya lakukan konsolidasi nasional dan international untuk kembali sebagai negara penjaga Baitullah yang menjauh dari segala upaya Barat menciptakan krisis di mana mana. Sudahi hidup glamour yang bermewah mewah dan kembalilah seperti teladan rasul yang lebih memilih hidup tawadhu walau beliau mampu untuk bermewah. Udahan bego ya sayang..Berubahlah karena itu sunatullah.

Dua sisi. Babo

Invisible economy power
( Ekonomi).

Dulu tahun 1998 kita kena badai krisis Moneter dan pada waktu bersamaan kita juga diserang taipun Politik. Belum selesai masalah moneter dibenahi, kitapun mengalami bencana Tsunami di Aceh dengan korban lebih dari 300.000 orang meninggal dalam beberapa menit. Rupiah terjun bebas. Financial resource kering karena DSR negatif mendekati 100%. Perbandingan hutang terhadap GNP mendekati 100%. Secara akuntasi dan financial, indonesia sudah masuk katagori negara insolvent. Apakah Indonesia benar benar bangkrut dan hancur ? tidak. Teman saya orang asing sempat nyeletuk, andaikan itu terjadi di negara seperti Eropa atau Afrika mungkin negara itu sudah cerai berai. Tapi Indonesia tetap utuh.

Rupiah boleh jatuh, konglomerat boleh kabur dikejar hutang, bank boleh masuk ruang ICU BPPN tapi sektor pertanian mendulang laba berlibat. Para pengusaha kebun dan produk pertanian menikmati limpahan laba akibat harga jual komoditas yang melambung, akibat perbedaan kurs yang lebar. Lebih separuh yang kini sukses jadi konglomerat adalah mereka yang di lambungkan oleh adanya krisis moneter. Artinya mereka meraih peluang berkembang justru ditengah badai menggoncang perekonomian nasional. Akan selalu ada orang hebat yang melihat peluang dibalik setiap masalah dan tumbuh besar dari masalah yang ada.

Kini ada kasus yang menarik untuk disimak oleh para ekonom , yaitu kota Makasar. Ini kota berdasarkan hasil surver BPS, tingkat kemiskinan meningkat, tapi pertumbuhan ekonomi meningkat tembus 7%. Bahkan termasuk tertinggi di Indonesia. Mengapa kontradiksi dengan pertumbuhan ekonomi? Data BPS hanya menghitung orang miskin dari penghasilan tetapnya. Tapi dalam suatu kota atau negara yang sedang tumbuh , pekerjaan tetap justru sedikit , atau bisa saja berkurang. Karena setiap hari uang ada di jalanan dan semua orang mudah mendapatkannya. Orang cenderung memanfaatkan kesempatan itu untuk maju. Urbanisasi terjadi by natural. Orang miskin di desa menuju kota untuk mengubah nasip dan distribusi kemakmuran pun terjadi by natural

Di tengah situasi ekonomi yang berorentasi kepada Produksi, peluang bisnis rekanan pemerintah semakin menciut. Tidak semudah dulu ketika era SBY. Harga komoditas utama seperti CPO juga jatuh. Tapi teman saya justru mendapatkan kemakmuran dari pengekspor cangkang sawit ke luar negeri. Ada juga saudara saya di kampung yang mendapatkan kemakmuran karena menjual ranting kayu dan sampah hutan untuk di jual ke pabrik pallet yang rakus permintaan dari China untuk bahan bakar pembangkit listrik ramah lingkungan.

Juga ada teman aktifis yang tadinya bekerja di BUMN, Akibat adanya program rasionalisasi perusahaan diapun kena PHK. Apakah dia kelaparan dan menjadi miskin ? Tidak. Dengan lingkungan pergaulan para aktifis , dia mendapatkan uang dari agenda demo dan presssure kepada pemerintah. Uang donasi datang dari mana mana dan juga ormas selalu punya cara hebat  membuat proposal agar uang terus mengalir mensejahterakan pengurus. Dari bisnis fantasi saja orang bisa hidup makmur selagi situasi memang tercipta karena itu.

Jadi kelebihan demokrasi dan ekonomi kapitalis adalah mampu menciptakan invisible economy power lewat kreatifitas otak manusia untuk bertahan dari situasi apapun. Di negara sosialis atau totaliter ini tidak akan terjadi. Mengapa ? karena orang punya kebebasan untuk menentukan pilihannya dan bergerak kearah yang dia merasa nyaman. Soal atribut atau penampilan udah engga penting. Yang penting uang, yang serius ya uang, bahkan kalau menjual agama mendatangkan uang, mengapa tidak. Selebihnya emang gue pikirin..

Pahamkan sayang

Essay anak dan babo

Mengenal orang?
( Bisnis),

Dulu waktu saya memimpin eksekutif Holding setiap calon manager dan direktur harus lolos interview saya. Ketika interview, saya tanya apa hoby  atau minatnya. Setelah tahu apa minatnya maka saya minta dia menulis essay satu halaman kertas polio. Waktu yang saya beri 1 jam. Dia lakukan di kamar kerja saya. Dan saya meneruskan pekerjaan saya. Dari hasil tulisannya itu saya bisa tahu pasti wawasannya, kemampuannya mengamati  lingkungannya dan yang lebih penting adalah bagaimana dia menstruktur pikirannya terhadap masalah yang ada disekitarnya. Dan itu nampak dari tulisannya.

Kalau tulisannya ngacak atau tidak tersetruktur maka begitu pula pikiranya. Orang semacam ini walau pintar secara akademis namun dia tidak terbiasa berpikir praktis dan terstuktur. Mengapa ? kalau menyampaikan jalan pikiran terhadap minatnya saja tidak terstruktur , lantas bagaimana untuk sesuatu yang baru yang asing baginya. Mungkin dia akan seperti orang kebingungan atau gagap.  Apakah kemampuan berpikir tersetruktur itu dapat di pelajari di sekolah ? Ya bisa. Tapi untuk menjadi kebiasaan, tidak bisa di sekolah. Itu harus di dapat dari lingkungan terutama dari keluarga.

Anak yang selalu di sela kalau bicara dan disalahkan, akan gagap dan sulit menyampaikan gagasanya dalam bentuk kata kata , apalagi dalam bentuk tulisan. Anak yang sedari kecil didokrin tentang mana boleh dan mana tidak boleh, akan selalu gagal mengembangkan pikirannya dan tak akan mampu menyampaikan gagasannya dalam bentuk tulisan, Kalaupun dia bisa sampaikan dalam bentuk tulisan tapi tidak orisinil. Dan ketika ditanya , dia cenderung gagap dan mudah keluar dari topik bahasan bila menyangkut dialektika. Bila anak tumbuh dengan cara ini , maka dia akan gagal bersosialisasi dan cenderung intropet.

Di China, sebagian besar siswa gagal dalam ujian Gaokao karena kemampuannya membuat essay di nilai gagal. Walau mata pelajaran akademis tinggi, itu akan gugur bila ujian menulis essay dinilai gagal. Mengapa ? Menurut pemerintah China, siapapun dia , lingkungan dan sekolahnya bertanggung jawab menjadikan anak seperti apa. Manusia bukan robot tapi makhluk sosial yang dinilai bukan kemampuannya teknis berhitung hal yang eksak saja tapi yang lebih penting kemampuannya menggunakan pikirannya  secara rasioanal dan pemahamanya tentang hal yang transenden. Dan itu tercermin dari tulisannya.

Makanya kalau saya baca status orang di facebook, saya kadang tersenyum. Mengapa ? tak penting singkat atau panjang tulisan itu, tapi cara dia menggunakan bahasa komunikasi dalam menulis status , saya mengenal karakter orang itu. Dan cara dia meresponse komen juga dapat kita ketahui karakter nya. Ingat bahwa cara kamu menulis menunjukan cara kamu berpikir dan sikap keseharian kamu dalam menghadapi masalah..

DDB ini saya harapkan bagi members sebagai wahana belajar menyampaikan gagasan dalan bentuk tulisan. Selagi itu tulisan lahir orisinil dari pikiran anda maka tidak sulit bagi anda berdiskusi dengan anggota members lain. Yuk belalar. Salah engga apa apa. Kalau ada yang ngejek ..babo priwiiiit dan kick dia keluar.

Pahamkan sayang

Membenarkan mindset mencari uang di online

Membenarkan atau meluruskan mindset tentang iklam di online.  
Berapa yang anda habiskan untuk jualan online?
.... 
Rule 1 
Berapa yang anda habiskan... Dan berapa yang anda dapat. 
Pasang iklan saja.  Tidak perlu ruwet ruwet,  mau laku tanpa iklan?  Itu dulu sebelum tahu mudahnya menjaring pelanggan lewat iklan.  Biarkan iklan beekerja.  
Anggap saja iklan adalah bagian dari biaya produksi.  
September ini banyak laku ya karena konsisten beriklan.  
Perlu biaya,  untuk dapat untung bukan? 
.... 
Rule 2

Harga tidak pernah bohong namun konsumen memang cari yang termurah. 
....
Anda tidak akan pernah rugi.  Tapi tidak untung mungkin iya.  Namun anda tidak akan impas di semua hal.  Anda akan mendapat di titik titik tertentu.  Dan anda akan tahu itu dimana.  
... 


Thursday, September 21, 2017

Sambutan jokowi

Transkripsi Sambutan Presiden Joko Widodo pada Economic Talkshow: “Ekonomi Baru Di Era Digital” dan Peresmian Pembukaan Indonesia Business & Development Expo, Plennary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu, 20 September 2017

Oleh: Humas ; Diposkan pada: 20 Sep 2017 ;
Bismillahirahmanirahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu, namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja. Yang saya hormati Ketua OJK. Yang saya hormati Ketua Umum Himbara. Yang saya hormati Direktur Utama, Direksi BUMN, para CEO, para pengusaha muda, start up, UMKM,seluruh asosiasi ekonomi, Kadin, Hipmi, Perbanas, para mahasiswa ekonomi yang pada pagi hari ini hadir, juga para Youtubers, Bloggers, Vlogers yang pada pagi hari ini hadir. Bapak, ibu hadirin sekalian yang saya hormati.

Ini selalu saya ulang dimana-mana mengenai perubahan dunia, perubahan global yang begitu sangat cepatnya. Kenapa saya ulang-ulang? Supaya kita semuanya sadar bahwa perubahan itu dari detik ke detik, dari menit ke menit selalu ada. Ini yang selalu dimana-mana mungkin Bapak, Ibu, semuanya sudah mendengar 10 kali atau 15 kali saya berbicara mengenai ini. Tapi enggak apa-apa, saya ulang terus supaya kita, sekali lagi, sadar bahwa perubahan itu betul-betul sudah melanda dunia.

Coba kita lihat Elon Musk. Ini saya ulang-ulang terus. Yang mengeluarkan Tesla, mobil fantastik masa depan. Beliau juga mengeluarkan Hyperloop yang memindahkan, alat yang memindahkan orang, barang dari satu tempat ke tempat lain dengan begitu sangat cepatnya. Dia juga menggagaskan Space X, bagaimana mengelola ruang angkasa untuk kepentingan manusia.

Hal yang berkaitan dengan pembayaran, Elon Musk juga mengeluarkan Paypall, tapi disalip oleh Jack Ma dengan Alipay. Di lapangan kalah, menang Alipay. Inilah ke depan yang kita hadapi. Ada perubahan-perubahan gaya hidup, konsumsi, konsumen di ekonomi digital ini.

Yang pertama kita semuanya saya kira sudah amat pahami e-commerce. Ada pergeseran perniagaan. Ada pergeseran perdagangan dari dunia offline menuju dunia online. Kita sudah hadapi itu, sudah ada.

Daripada orang jauh-jauh ke toko atau ke mall kena macet di jalan, ngantri di kasir. Cuman keluarkan ini, keluarkan  hape, keluarkan smartphone, buka aplikasi, tik tik tik tik tik. Tiknya bisa dua kali, bisa tiga kali, bisa lima kali, tik tik tik tik tik, pesan dalam aplikasi, bayar dalam aplikasi, masukin alamat dalam aplikasi, tinggal tunggu barangnya diantar sampai ke rumah.

Saya sering cerita sekarang saya pesan gado-gado enggak usah datang ke warung gado-gado. Saya minta Go-Food, 30 menit datang. Beli sate enggak usah datang ke warung sate. Minta Gofood, 30 menit paling lama satu jam, satenya datang. Pengin nasi Padang juga sama, saya kalau di istana itu sudah, pengin nasi Padang ya klik klik klik klik, 30 menit, nasi Padangnya nongol.

Itulah pergeseran perniagaan, pergeseran perdagangan dari offline ke dunia online.

Yang kedua media sosial. Mengakibatkan pergeseran dari konsumen barang lebih ke konsumsi pengalaman, konsumsi experience, dan ini sudah kita alami bersama-sama.

Yang populer sekarang adalah orang posting di Facebook, posting ke Instagram, posting ke twitter.
Saya kadang-kadang juga pengin, pasang foto yang aneh-aneh gitu. Tapi nanti ada yang bilang, Presiden narsis. Jadi saya batasi. Kadang-kadang staf kanan-kiri saya, jangan pak, jangan yang itu, jangan yang itu, jangan yang, aduh. Memang Presiden ada batasan-batasan, itu yang saya enggak senang.

Jadi kalau orang lain, ada foto-foto acara yang asyik bisa keluarin, saya enggak bisa. Foto-foto tempat jalan-jalan yang indah keluarin, ya masih bisalah ke Raja Ampat keluarin, masih bisa. Ke Labuan Bajo masih bisa. Tapi yang tadi yang foto acara-acara yang aneh-aneh itu enggak bisa dikeluarkan.

Lalu video-video singkat yang lucu masih bisa dikeluarkan. Kalo yang lucu-lucu saya masih beranilah mengeluarkan. Tapi, misalnya kayak foto saat saya mengundang artis dan penyanyi ke istana. Saat itu, saya enggak ngambil. Ada orang lain ngambil. Saya pas ngomong di sini, di sini ada Raisa, dia memandang saya.
Jangan dibalik ya ini jangan dibalik.
Itu pun menjadi hits, menjadi trending di dunia maya. Mungkin lebih tranding lagi kalau saya memandang dia. Itu jadi merepotkan itu.

Rasanya sekarang orang atau kita tidak lagi terlalu mengejar barang-barang bermerek. Tidak lagi terlalu ke barang-barang branded. Anak muda udah ngomong, wah kuno kayak gitu itu. Beli barang branded, beli barang yang  bermerek, sudah kuno. Tapi sekarang yang diincar orang adalah kenang-kenangan, memori, pengalaman-pengalaman itu yang dikeluarkan. Kemudian dipasang untuk selama-lamanya di Facebook, dipasang di Instagram, dikeluarkan di youtube.

Yang ketiga, sharing ekonomi. Sebuah revolusi pada sisi suplai atau sisi ketersediaan. Ini juga harus kita lihat, apakah ada pergeseran, apakah ada perubahan, iya. Sekali lagi, sharing ekonomi sebuah revolusi pada sisi suplai. Gojek, Grab, Uber, AirBnB, WeWork.

Dulu, dulu, orang harus beli mobil. Sekarang tinggal pesan di smartphone, datanglah mobil on demand, pakai Go Car silakan, pakai Grab Car silahkan, pakai Uber silakan.

Dulu orang harus beli rumah, ini negara lain sudah mulai banyak, orang harus beli rumah. Sekarang tinggal lihat-lihat, lihat-lihat di aplikasi. Bisa sewa kamar atau bahkan sewa rumah tapi hanya untuk satu hari, untuk dua hari, atau untuk satu minggu, atau untuk satu bulan. Pakai AirBnB, pakai Expedia.


Dulu orang harus punya kantor.  Karena orang yang dulu-dulu yang masih jadul-jadul senangnya fix aset. Tapi anak-anak sekarang  senangnya light aset. Enggak usah bikin kantor. Kalau orang dulu senangnya bikin kantor yang  gede, iya kan? Sekarang pakai aplikasi bisa sewa; satu meja, kantor kita itu, kalau kurang pesan dua meja, kurang lagi pesan tiga meja di sebuah co working space seperti WeWork. Di jakarta sudah banyak saya lihat, di Bandung sudah banyak dan di kota-kota besar yang lain sudah banyak, sudah mulai yang seperti itu.


Hati-hati, ini kita harus hati-hati akan ada perubahan bukan hanya pola konsumsi, tapi juga pola kerja. Ini akan berubah semuanya. Dan pada pola produksi akan ada perubahan. Dampak dari semua ini tentunya bukan hanya sisi konsumsi, tapi juga sisi produksi. Hati-hati. Pengusaha hati-hati, yang ingin memulai berusaha juga hati-hati. Ini ada peluang tetapi juga ada ancaman.

Banyak sekali orang yang bekerja dalam ekonomi digital. Kerjanya  sangat fleksibel, sangat dinamis. Orang-orang yang menjadi supir Gojek, supir Grab, supir Uber. Orang-orang yang menyewakan satu kamar di rumahnya ke turis melalui AirBnB atau Expedia, orang-orang seperti ini mereka seringkali kerjaan utamanya bukan jadi supir atau punya hotel, ndak. Jadi supir atau menyewakan kamar menjadi sampingan yang mengisi waktu. Atau menguangkan sarana yang nganggur, misalnya, kamar yang biasanya kosong sekarang bisa disewakan ke orang untuk satu hari atau dua hari. Semuanya nanti akan efisien, efisien, efisien, efisien seperti itu. Enggak ada kamar-kamar kosong atau rumah kosong. Udah sewain aja. Kamar kosong sewain aja, rumah kosong sewain aja.

Ini tentunya akan berdampak pada struktur pengeluaran. Ini nantinya akan berdampak pada struktur pengeluaran atau spending, atau belanja. Perubahan-perubahan seperti ini yang kalau kita enggak cermat enggak teliti mengamati bisa  kecele kita, bisa terkaget-kaget kita.

Dulu orang harus keluar duit Rp50 ribu-Rp75 ribu untuk beli DVD. Iyakan? Sekarang ratusan ribu video gratis di Youtube, di Facebook, di Instagram bisa kita lihat, bisa kita pakai. Dulu orang harus keluar duit untuk beli buku, beli koran, beli majalah. Sekarang, segala macam berita dan tulisan gratis ada di internet. Coba, bayangkan pergeseran itu, perubahan-perubahan itu. Ini yang harus ktia sadari, harus kita  pahami semuanya bahwa ada pergeseran ada transisi, sekali lagi, dari offline ke online.

Ya, tetapi  orang juga masih beli buku, masih beli koran, masih beli majalah. Tapi itu pun mungkin semakin ke buku online, ke koran online, ke  majalah online.


Ini tentunya akan berdampak yang sangat dahsyat pada sisi produksi. Ini hati-hati. Produsen-produsen harus hati-hati mencermati, teliti melihat pola pergeseran ini menuju ke mana. Sekali lagi, akan punya dampak yang dahsyat pada sisi produksi. Sekarang sudah hampir tidak ada yang namanya toko DVD, semua video beralih ke steraming lewat internet. Toko buku pun juga semakin dikit. Toko kamera juga semakin sedikit karena kita ngambil foto pakai ini (HP) cukup. Pergeseran, sekali lagi, pergeseran-pergeseran seperti ini, orang-orang produksi harus tahu.


Tapi muncul pertumbuhan yang tinggi di segmen-segmen yang lain pada sisi produksi, lah ini peluang. Anak-anak muda, terutama ini ada peluang, muncul pertumbuhan yang tinggi di segmen-segmen lain pada sisi produksi. Cafe dan restoran semakin semarak, tempat para anak-anak muda millenial nongkrong, tempat orang foto bersama rame-rame, tempat fitness juga semakin semarak karena sekarang anak muda kita, orang-orang juga senang mempunyai badan yang keren, gitu enggak kurus kayak saya.

Travel dan pariwisata mengalami pertumbuhan yang dahsyat dan akan semakin cepat. Sektor pariwisata tumbuh 10-15%  per tahun di saat ekonomi kita tumbuh 5% per tahun. Orang mencari pengalaman yang seru, orang mencari tempat-tempat wisata yang khas dan asik biar bisa pasang foto-foto dan video-video dari tempat yang kita datangi.


Terus strategi pemerintah seperti apa? Pertama, ini karena semua menteri hadir di sini, keleluasaan untuk eksperimentasi harus diberikan kepada seluruh masyarakat. Sekali lagi, keleluasaan untu masyarakat bereksperimentasi karena inovasi itu memerlukan eksperimen. Hal-hal yang baru ini harus dicoba dan ini memerlukan cost, memerlukan biaya.

Berarti apa? Berarti startup jangan dicekik dengan regulasi-regulasi yang berlebihan. Jangan malah terlalu diatur-atur, inovasinya malah enggak muncul. Ini kita ini, negara kita ini terlalu banyak aturan, terlalu banyak regulasi, menyebabkan kita terjerat aturan sendiri. Itu yang sekarang kita potong-potong terus, tapi jumlahnya masih banyak sekali. Masih 42 ribu peraturan, bayangkan. Saya saja melihatnya pusing saya suda. Dikit-dikit diatur, dikit-dikit diatur. Saya mau melakukan apa, Pak ini tidak boleh Pak ini ada peraturan. Pak itu melanggar peraturan ini. Isinya hanya peraturan-peraturan-peraturan-peraturan-peraturan. Inilah yang menghambat inovasi-inovasi.
Ini menjadi  tugas saya untuk terus menggempur peraturan-peraturan itu agar semakin sedikit sehingga kita lincah, sehingga kita fleksibel dalam melakukan inovasi. Peraturan peraturan peraturan peraturan, saya saja pusing, apalagi masyarakat.

Sekali lagi, berarti apa? Berikan ruang yang sebesar-besarnya untuk statup ini berkembang. Ini juga salah satu alasan kenapa pentingnya deregulasi. Mengurangi tumpang tindihnya aturan dan persyaratan yang menghambat cara-cara baru, menghambat munculnya pola-pola baru, menghambat munculnya inovasi-inovasi baru.

Dulu izin itu sedikit, kemudian ada syarat syarat syarat syarat. Nah syarat-syarat-syarat ini dinaikkan lagi menjadi izin, menjadi peraturan sehingga izin itu semakin banyak. Ini yang menjadi tugas kita, tugas saya untuk terus memotong-motong agar izin-izin itu semakin sedikit sehingga dunia usaha semakin lincah, semakin fleksibel untuk mengeluarkan inovasi-inovasi baru.
 
Kedua, tadi sudah disampaikan oleh Menkominfo, bahwa yang namanya infrastruktur ICT ini harus dikejar karena ini jadi kunci, menjadi salah satu kunci. Kenapa Palapa Ring selalu saya tanyakan hampir setiap hari ke Menteri, kapan jadinya, kapan selesainya untuk Indonesia Tengah, untuk Indonesia  Timur kapan selesainya, selalu saya tanyakan karena ini menjadi kunci.

Kemudian juga yang ketiga, kita akan fokus pada cyber security. Dalam beberapa bulan terakhir semakin banyak serangan cyber yang amat dahsyat. Ini juga harus  strategi perencanaan, persiapannya juga harus kita lakukan. Serangan virus atau lebih persisnya ransomeware, wannacry, serangan hakers yang dahsyat pada Instagram, di mana data pribadi jutaan pelanggan Instagram dicuri dan dilelang di internet gelap. Ini juga harus menjadi perencanaan dan pemikiran kita.  Serangan heacker pada biro informasi kredit equifax, hal seperti ini juga harus kita perhatikan.

Dan beberapa bulan lalu pemerintah sudah membentuk badan cyber dan sandi negara dan sekarang dalam proses membangun kelembagaannya. Ini jug apenting sekali. Namun, say ajug amau titip kepada Ibu dan Bapak semuanya, utamanya CEO para start up digital, tolong siapkan betul sarana cyber security anda semuanya. Jangan sampai kejadian aplikasi digital yang sudah berhasil mengumpulkan jutaan pelanggan, dibobol dan data pelanggannya dibocorkan atau dijual ke orang-orang yang tidak bertanggung jawab, orang-orang jahat.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Dan dengan mengucap bismillahirahmanirahim saya nyatakan resmi dibuka Indo Business dan Development Expo tahun 2017.

Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tuesday, September 19, 2017

Pelajari ini : keyword

Wordpress sebagai pengumpul keyword. ...

Keyword kecil kecil ini dikumpulkan

Minimal harus muncul gp1